NU PONTURA PONTIANAK – Musyawarah Kerja Kepala Sekolah (MKKS) Pendidikan Khusus Kalimantan Barat resmi menggelar rangkaian kegiatan Peningkatan Kompetensi bagi Kepala Sekolah, Guru, dan Operator Sekolah SLB se-Kalimantan Barat. Kegiatan yang berlangsung selama dua hari ini bertujuan untuk memperkuat tata kelola administrasi dan inovasi pembelajaran di lingkungan pendidikan khusus.
Setelah sukses membuka agenda hari pertama di Ruang Dekanat FKIP UNTAN dengan fokus pada pemanfaatan teknologi kecerdasan buatan (AI) untuk pendidikan, hari ini, Jumat (8/5/2026), para peserta berkumpul di Aula Bilik Barage, Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat untuk melanjutkan agenda kedua.
Fokus pada Literasi dan Digitalisasi Administrasi
Pada pertemuan hari ini, materi yang diangkat sangat krusial bagi pengembangan profesi dan efisiensi birokrasi sekolah, yaitu:
- Penulisan Buku: Mendorong para pendidik untuk lebih produktif dalam berkarya dan mendokumentasikan praktik baik dalam mendidik siswa berkebutuhan khusus.
- Aplikasi Srikandi: Sosialisasi sistem kearsipan dinamis terintegrasi untuk mempercepat alur administrasi di lingkungan pemerintahan dan sekolah.
Mendukung Layanan Pendidikan Khusus
Ketua MKKS PK Kalbar, Nur Ron Hum, M.Pd.I, menyampaikan bahwa partisipasi aktif para peserta sangat penting demi peningkatan mutu layanan pendidikan bagi peserta didik berkebutuhan khusus di Kalimantan Barat. Para peserta juga diwajibkan membawa perangkat laptop untuk memastikan setiap materi dapat langsung dipraktikkan, terutama terkait implementasi sistem digital seperti E-Raport dan E-Ijazah yang telah dibahas sebelumnya.
Dengan adanya pelatihan ini, diharapkan seluruh SLB di Kalimantan Barat—baik negeri maupun swasta—memiliki standar kompetensi yang selaras dalam menghadapi tantangan pendidikan di era digital.
Posting Komentar